Friday, May 27, 2022

Oh, Ternyata Rasanya Kesepian itu...

Hari itu mantan pacar pas SMA yang menemani aku hampir setiap hari selama 3 tahun datang mengunjungiku di Bandung. Sebelumnya Aku memang mengeluhkan kehidupanku yang terasa sulit. Dia datang dari Tasik dengan motor CS1 nya dan menemuiku di University Center UPI. Kebetulan Aku sedang ada kegiatan mahasiswa.

"Aku pengen ngekost, tapi aku beneran ga tau uang dari mana. Aku capek PP dari rumah bibi, belum lagi harus beres-beres, naik angkot, keujanan, jalan kaki" Ucapku didepan dia yang lelah setelah perjalanan.

"Aku udah ada kosan yang pengen aku huni, bantu Aku pindahan ya hari ini" Aku sedikit memohon.

"Sok hayu beberes yah dari bibi, pindahan naik motor aja beberapa kali" Dia mengambil peran.

Pikiranku berisik, menahan antara perasaan yang masih tersisa dan kenyataan bahwa dia sudah punya pacar baru saat itu. Tapi, sulit sekali move on dari dia. Bertanya-tanya mengapa dia datang ke Bandung menemuiku dan seperti biasa membantu kesulitanku.

Singkat cerita, beberapa kali bolak-balik pindahan barang. Akhirnya selesai sore hari dan aku menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah hingga malam. Kuliah di Bandung meskipun dapat beasiswa ternyata ga semudah itu. Aku tetap saja kekurangan dan seringkali kelaparan. Memang kebetulan saat itu aku mau ulang tahun, dia membelikan magic com sebagai hadiah. 

"Jangan sampai kelaparan, aku beliin magic com". Aku mengingat ini bukan karena masih sayang, tapi saat itu dia seperti kepanjangan tangan Tuhan untuk membantuku yang sering kelaparan dan diterpa penyakit Maag.

Dia pulang. Aku sendirian dikosan baru saat itu. Kosan Negla warna pink.



Hari-hari aku lalui tanpa siapapun, magic com ini selalu mengingatkan aku kepadanya. Boro-boro mau makan, yang ada selalu males. Saat itu memang masing-masing dan ga ada kontak sama sekali. Aku pandai perihal tahu diri. Aku tahu diri kalau aku bukan siapa-siapa dan aku selalu membiarkan diri aku sendirian.

Tiap hari rasanya lama sekali, bunyi detak jam dinding membuat waktu semakin lambat. Aku sadari saat itu bahwa aku kesepian. Kosan Negla adalah masa-masa kesepian yang aku alami pertama kali. Aku buka netbook Acer Aspire One warna merah dan rebahan mentok tembok supaya jarak pandang aku ke sekitar semakin luas, bisa memastikan tidak ada hantu di ruangan. Aku ngantuk, seperti biasa play Harry Potter Saga hanya untuk menemani biar tidak sepi. Setiap hari berulang setiap jam 11 malam menonton Harry Potter, sudah rewatch berkali-kali sampai khatam jalan ceritanya.

Sendirian, kosan yang sepi, degdegan besok makan apa karena uang cuma tinggal 20 ribu, ngga punya pacar dan susah move on. Aku selalu takut dan bertingkah serampangan ketika anxiety menyerangku. Biasanya di pagi hari. Aku selalu mengatakan kata-kata yang akan aku sesali. Aku selalu menarik diri dan merasa tidak pantas untuk siapapun.

Kesepian itu lagi-lagi selalu menyerangku, saat di Jakarta, Natuna dan Bandung. Aku selalu merasa jadi beban dan sepertinya siapapun akan lebih bahagia tanpaku. Rumit kan? Memang butuh kegigihan untuk meyakinkanku.

No comments:

Post a Comment