Hari itu mantan pacar pas SMA yang menemani aku hampir setiap hari selama 3 tahun datang mengunjungiku di Bandung. Sebelumnya Aku memang mengeluhkan kehidupanku yang terasa sulit. Dia datang dari Tasik dengan motor CS1 nya dan menemuiku di University Center UPI. Kebetulan Aku sedang ada kegiatan mahasiswa.
"Aku pengen ngekost, tapi aku beneran ga tau uang dari mana. Aku capek PP dari rumah bibi, belum lagi harus beres-beres, naik angkot, keujanan, jalan kaki" Ucapku didepan dia yang lelah setelah perjalanan.
"Aku udah ada kosan yang pengen aku huni, bantu Aku pindahan ya hari ini" Aku sedikit memohon.
"Sok hayu beberes yah dari bibi, pindahan naik motor aja beberapa kali" Dia mengambil peran.
Pikiranku berisik, menahan antara perasaan yang masih tersisa dan kenyataan bahwa dia sudah punya pacar baru saat itu. Tapi, sulit sekali move on dari dia. Bertanya-tanya mengapa dia datang ke Bandung menemuiku dan seperti biasa membantu kesulitanku.
Singkat cerita, beberapa kali bolak-balik pindahan barang. Akhirnya selesai sore hari dan aku menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah hingga malam. Kuliah di Bandung meskipun dapat beasiswa ternyata ga semudah itu. Aku tetap saja kekurangan dan seringkali kelaparan. Memang kebetulan saat itu aku mau ulang tahun, dia membelikan magic com sebagai hadiah.
"Jangan sampai kelaparan, aku beliin magic com". Aku mengingat ini bukan karena masih sayang, tapi saat itu dia seperti kepanjangan tangan Tuhan untuk membantuku yang sering kelaparan dan diterpa penyakit Maag.
Dia pulang. Aku sendirian dikosan baru saat itu. Kosan Negla warna pink.

No comments:
Post a Comment