Monday, May 30, 2022

Being an Alpha



"Mau nikah ah udah capek kuliah"

"Pengen nikah aja, biar ada yang biayain"

"Nafkahin aku Mas"

Sederet kamus perempuan yang tidak ada di barisan kamus hidup aku. Hal itu adalah akumulasi atas pelajaran kehidupan yang aku dapatkan selama ini. Berawal dari pergulatan diri ketika menyadari sebagai anak kedua yang mana itu berkat sekaligus kesialan dalam hidup. Aku harus lebih menyadari bahwa Kakak menjadi prioritas utama dan adik menjadi pusat kasih sayang keluarga. Sedang Aku berada ditengah-tengah mengamati dan seringkali terabaikan.

Terbiasa mandiri dan mengalah. Jika aku bikin pivot table dimana terdapat data kata-kata yang paling sering aku ucapkan, maka kata "Yaudah" dan "Gapapa" menjadi penggunaan kata dengan jumlah paling banyak. Haha Anyway, let's move forward.

Alpha female is a woman who has embraced her leadership ambitions. She is talented, highly motivated, and self-confident. Female alphas embrace their confidence and this helps them lead others. (begitu kata google hehe)

Satu hal yang dulu aku diskusikan dengan pasangan sebelum menikah. "Kamu masalah ga kalau aku kejar karir aku?". Jawabannya pasti tau lah ya, dia bilang ga masalah, makanya bisa sampe nikah. Adjustment yang kita lakukan selama 5 tahun pacaran, bertukar pemikiran dan saling copy paste kebiasaan. Lama-lama aku melihat diri aku ada di dia, begitupun sebaliknya. The way we think about facing our life. Ternyata, itu jadi bom waktu dimana alpha female gabisa bersama dengan alpha male. Pada dasarnya, laki-laki memang ingin lebih unggul dan punya harga diri tinggi. It's okay, very normal.

Aku selalu membuka ruang diskusi daripada mendengarkan pepatah sepihak. Jika ada masalah, aku si alpha female ini selalu take a lead buat ngajak duduk bersama dan mencoba meruntut apa yang sebenarnya terjadi dan solusi apa yang harus dilakukan. Sampai pada akhirnya, hubungan ini akan selalu berdasarkan pertimbangan aku. Dia selalu meyakini bahwa keputusan aku tidak pernah gegabah dan selalu melalui pertimbangan berkali-kali. (Itu dulu, sekarang? serampangan dan tidak stabil)

I have an audacity to take a risk. Hidup yang hanging by a thread  ini sebetulnya mempunyai banyak risiko. Aku menyadari bahwa ada beberapa takdir yang hanya bisa kita biarkan begitu saja saking keputusan Tuhan tidak bisa diganggu gugat. Pilihannya yaudah jalani aja dengan risiko yang mungkin kita dapatkan.

Terkesan kaku dan difficult to reach out, aku sudah terbiasa dengan opini seperti itu. I don't even care. Tapi agak selfish ya? hehehe. I don't want to waste my time anymore. Enough for me. If you need someone who has stable life goals then hold my hand, let's grey and old together!.

Saturday, May 28, 2022

Menjadi TKW dengan Gaya

"Aku tidak akan pernah berkembang jika terus seperti ini".

My goals : Someone who has a headline core value. I mean, when people searching for "E-commerce specialist" or "Data Analyst", they will see me as a professional with high value. Ambis banget kan?.

Merasa ngga cukup dan ga puas dengan Skill dan Gaji honorer di pemerintahan saat itu menjadi ketakutan paling besar untukku. In 5 years, I will never catch my goals jika keseharianku seperti itu setiap hari. Over and Over dealing with atasan yang syirik saat kita beyond limits.  Setiap hari nonton youtube dan baca artikel "How to create an attractive CV?". I pin my biggest concern on CV. Why?  Because, HRD lihat kita itu bukan dari kepribadian, mereka ga tau kita sama sekali even kita orang paling baik dan gigih se dunia. Dari sekian banyak orang, mereka akan cek CV kita pertama kali dan apakah bisa bersaing dengan orang lain?.  Then, learn to create a very attractive CV, yaaa of course not only for the appearance but the contents and try to put ourselves on HRD pov.

Setelah selesai bikin CV, aku coba apply sebanyak mungkin. Ini bagian paling effort, karena aku harus adjust CV aku di tiap roles job vacancies and of course I have to "sell" myself with words. The important thing is Do'a. Kita do'a tiap hari dan tunjukin ke Allah kalau kita bisa menerima amanah dapet kerjaan. Caranya? Aku selalu berusaha fixing myself everyday. Misal, yaaaa dengan belajar lagi roles yang mau aku ambil, belajar tools yang bakal menunjang kalau aku kaya Complex Excel Formula atau belajar coding dikit-dikit. Prinsip hidup yang selalu aku coba terapkan, yaitu jemput kepercayaan Allah. Sesimpel saat kita pengen beli mobil, aku selalu berusaha jadi pengendara motor yang baik dan sabar biar Allah tau value kita berhak punya mobil. Take times, di umur 26 baru bisa beli kendaraan roda 4. Meyakinkan Allah dan diiringi ikhtiar + Do'a butuh kegigihan dan konsistensi hehe

Next, beberapa hari setelah gencaran CV akhirnya ada yang menghubungi via whatsapp dan Email. Langsung dapat jadwal interview 4 hari kemudian. Belajar interview dikit, review lagi hal yang bisa aku jual dan yakinkan. Ternyata, pas Interview full in english. Kuncinya? Tenang. Gausah mikirin grammar. Hajar, gas aja!.

Sorenya langsung dibilang kalau aku lolos tahap interview pertama. Wait, berarti banyak tahapnya dong?. OMG. Sesuai prediksi, ternyata aku interview berkali-kali dengan user dari Amerika. Ternyata untuk perusahaan USA, yaaa mayan lah jadi TKW dengan style wkwkwk

Full in english, test excel berkali-kali dan test system berkali-kali. Mereka pengen lihat seberapa kuat kita dalam menangani fast paced environment juga daya tangkap kita dalam mempelajari hal baru. Katanya skill itu bakal mengikuti, yang penting soft skill yang kita punya bisa bersaing dan meyakinkan user.

Final interview sama Supervisor laki-laki berdarah Arab, dari nama nya udah kearab-araban hehe. HRD bilang "Tresna, hati-hati ya your words, he's very picky". Udah jiper duluan cuy, proses rekrutmen selama hampir 2 bulan masa mau berakhir karena gabisa menaklukan supervisor yang picky ini haha.

Aku coba bayangin jadi supervisor, kira-kira apa yang bisa bikin kedepannya nyaman kerja bareng?. Nah, kalau bawahan kita terlalu idealis atau ribet banget pasti males dong, atau kayak sok tahu banget, biasanya mereka pengen yang bisa diajak kerjasama dan kalau ngobrol juga enak gitu. Oke sip, tips nya udah dikantongi dengan hati-hati nih.

Pas interview aku berusaha setenang mungkin jelasin pengalaman aku satu persatu, tidak sok tahu tapi menjelaskan dengan pelan-pelan dan runtut. Tiba-tiba ada suara kucing and he's notice. After that kita cuma bahas perihal kucing. No more bahasan tentang kerjaan wkwk and I got him.

HRD langsung heran, "Tresna, ko bisaaa? really? He's very very picky". "I don't know, I'm just discuss about cat". "Hahaha, you are rock! dari sekian ribu orang, cuma kamu yang bisa lewatin gerbang interview dia".

DULU, aku senang dengan compliments itu. Tapi sekarang? I feel miserable. Masalahnya, udah 1.5 tahun ini kerja sendiri karena susah dapet yang klik dan oke di mata dia. Tapi yasudah, besyukur aja. TKW dengan gaya ini akan terus berusaha untuk mencapai goals nya.

We don't have to discuss my salary. It's under your expectations. haha

Friday, May 27, 2022

Oh, Ternyata Rasanya Kesepian itu...

Hari itu mantan pacar pas SMA yang menemani aku hampir setiap hari selama 3 tahun datang mengunjungiku di Bandung. Sebelumnya Aku memang mengeluhkan kehidupanku yang terasa sulit. Dia datang dari Tasik dengan motor CS1 nya dan menemuiku di University Center UPI. Kebetulan Aku sedang ada kegiatan mahasiswa.

"Aku pengen ngekost, tapi aku beneran ga tau uang dari mana. Aku capek PP dari rumah bibi, belum lagi harus beres-beres, naik angkot, keujanan, jalan kaki" Ucapku didepan dia yang lelah setelah perjalanan.

"Aku udah ada kosan yang pengen aku huni, bantu Aku pindahan ya hari ini" Aku sedikit memohon.

"Sok hayu beberes yah dari bibi, pindahan naik motor aja beberapa kali" Dia mengambil peran.

Pikiranku berisik, menahan antara perasaan yang masih tersisa dan kenyataan bahwa dia sudah punya pacar baru saat itu. Tapi, sulit sekali move on dari dia. Bertanya-tanya mengapa dia datang ke Bandung menemuiku dan seperti biasa membantu kesulitanku.

Singkat cerita, beberapa kali bolak-balik pindahan barang. Akhirnya selesai sore hari dan aku menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah hingga malam. Kuliah di Bandung meskipun dapat beasiswa ternyata ga semudah itu. Aku tetap saja kekurangan dan seringkali kelaparan. Memang kebetulan saat itu aku mau ulang tahun, dia membelikan magic com sebagai hadiah. 

"Jangan sampai kelaparan, aku beliin magic com". Aku mengingat ini bukan karena masih sayang, tapi saat itu dia seperti kepanjangan tangan Tuhan untuk membantuku yang sering kelaparan dan diterpa penyakit Maag.

Dia pulang. Aku sendirian dikosan baru saat itu. Kosan Negla warna pink.



Hari-hari aku lalui tanpa siapapun, magic com ini selalu mengingatkan aku kepadanya. Boro-boro mau makan, yang ada selalu males. Saat itu memang masing-masing dan ga ada kontak sama sekali. Aku pandai perihal tahu diri. Aku tahu diri kalau aku bukan siapa-siapa dan aku selalu membiarkan diri aku sendirian.

Tiap hari rasanya lama sekali, bunyi detak jam dinding membuat waktu semakin lambat. Aku sadari saat itu bahwa aku kesepian. Kosan Negla adalah masa-masa kesepian yang aku alami pertama kali. Aku buka netbook Acer Aspire One warna merah dan rebahan mentok tembok supaya jarak pandang aku ke sekitar semakin luas, bisa memastikan tidak ada hantu di ruangan. Aku ngantuk, seperti biasa play Harry Potter Saga hanya untuk menemani biar tidak sepi. Setiap hari berulang setiap jam 11 malam menonton Harry Potter, sudah rewatch berkali-kali sampai khatam jalan ceritanya.

Sendirian, kosan yang sepi, degdegan besok makan apa karena uang cuma tinggal 20 ribu, ngga punya pacar dan susah move on. Aku selalu takut dan bertingkah serampangan ketika anxiety menyerangku. Biasanya di pagi hari. Aku selalu mengatakan kata-kata yang akan aku sesali. Aku selalu menarik diri dan merasa tidak pantas untuk siapapun.

Kesepian itu lagi-lagi selalu menyerangku, saat di Jakarta, Natuna dan Bandung. Aku selalu merasa jadi beban dan sepertinya siapapun akan lebih bahagia tanpaku. Rumit kan? Memang butuh kegigihan untuk meyakinkanku.

Kehidupan Selanjutnya Harus Antri di Barisan Calon Majikan (Kucing)

"Umur 27 tahun udah punya apa dan ngapain aja?"

"Nikah maksimal umur 25 tahun"

"Jadi karyawan tetap di umur 28 tahun"

"Harus punya bisnis di umur 20 tahun"

"Punya anak jangan lebih dari umur 30 tahun"

"Punya mobil dan rumah di umur 35 tahun"

Manusia selalu mengunci dirinya dengan konsep waktu. Gara-gara neokorteks sialan. Neokorteks terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi sistem limbic, yang membentuk 80% dari materi otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan manusia. Inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui pengelihatan, pendengaran, dan sensasi tubuh. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik sadar, dan penciptaan gagasan nonverbal. Dalam neokorteks, semua kecerdasan yang lebih tinggi berada, yang membantu manusia unik sebagai spesies (Hadianto, dkk, 2007). Secara sederhana Neokorteks adalah bagian otak luar dan bertanggung jawab atas konsep waktu dan lainnya.

Proses kehidupan yang dijalani dengan standar-standar yang diterapkan di masyarakat secara sadar ataupun tidak akan terekam dalam memori manusia. Hal itu membuat penyesuaian bahwa hidup akan terukur dari standar dan pencapaian orang lain. Manusia menjadi cepat lelah, bosan, stress, depresi dan bergelut dengan luka masa lalu serta khawatir akan masa depan.

Kehidupan selanjutnya, aku akan antri di barisan calon-calon majikan manusia yaitu Kucing. Kucing adalah makhluk yang tidak mempunyai neokorteks. Jadi, mereka tidak merasa bosan atau depresi meskipun makanan mereka sama atau melakukan kegiatan yang sama setiap hari. Mereka tidak punya masa lalu ataupun masa depan. 

Saat ini aku merasa mengejar sesuatu yang bahkan aku tidak tahu kepuasan apa yang akan tercapai. Banyak yang sudah menikah dan punya anak, menjadi karyawan tetap, mendapat gelar magister, gaji 2 digit, kendaraan roda empat, rumah lantai 2 dan hal lainnya yang menjadi standar kesuksesan menurut manusia. Proses pendewasaan diri yang terkesan terlalu Tuhan paksakan ini membuat aku sedikit memilah kiranya apa saja yang bisa aku capai dan bisa aku tunda. Satu-satu saja, melangkah pun akan lebih nyaman ketika bergantian antara kaki kanan dan kiri. Yaaaa jika kaki kanan dan kiri bergerak berbarengan, mungkin artinya sudah menjadi spesies pocong. hehe

Berusaha berdamai dengan masa lalu dan tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan. Seseorang berkata bahwa saat Aku dalam kandungan, Aku diperlihatkan perjalanan dari mulai lahir sampai meninggal, ditanya berkali-kali apakah Aku sanggup atau ngga dan Aku asumsikan saat itu Aku bilang sanggup. Makanya, saat ini Aku bisa nulis blog dan berbagi sedikit pemikiranku (Terimakasih ya atas setiap kata-kata yang menenangkan). Rekaman yang Tuhan perlihatkan saat itu menjadikan kita merasakan Dejavu. Kita merasa pernah disuatu tempat, berbicara dengan orang lain, mengalami hal ini dan itu ya karena kita pernah melihat itu di masa lalu.

Degdegan, bentar lagi umur udah 27 aja.

Nah kan, baru aja nulis agak berat tentang konsep waktu, tetep aja mikirin umur.




Thursday, May 26, 2022

Kenduri.

"Mbak, nanti datang ya ke rumah Ibu, ada acara Kenduri" ucap Ibu Zaenab yang ngga sengaja papasan depan rumah.

"InsyaAllah ya bu, maaf sebelumnya kenduri itu apa ya?" dengan sangat hati-hati Aku bertanya, takut salah kostum.

"Ini, pengajian aja karena Ibu saya meninggal" Ibu Zaenab menjawab dengan buru-buru karena di rumahnya sedang sibuk.

Percakapan diatas dapat Aku simpulkan bahwa kenduri adalah tahlilan dalam versi orang Tasik. Ibunya meninggal, anaknya ngadain pengajian. Oke sip, pake baju gamis, bawa amplop uang duka dan yang paling penting siapin mental. Terlihat hampir semua warga kampung pada keluar rumah dan bergegas ke rumah Ibu Zaenab. Secepat kilat Aku siap-siap dan berangkat ke rumahnya. Menurut Aku, jarak dari rumahku ke rumah bu Zaenab itu dekat ya sekitar 300 meter. Tapi, salah satu ciri khas orang sana adalah selalu memakai motor meskipun itu ke warung. Aduh, lebih baik jalan kaki daripada Aku pake si bektu Haha.

Degdegan banget, takut kalau mengunjungi orang meninggal tapi jasadnya masih ada. Malemnya suka gabisa tidur. Tapi yaaa harus kuat mental nih, sebagai pendatang baru ya jangan banyak tingkahnya tar malah dijauhin. Rumah Bu Zaenab udah penuh dengan orang-orang, anak kecil, orang dewasa, perempuan ataupun laki-laki.

"Ayo sini mbak duduk, makan ya..." Bu Zaenab menyambut Aku yang baru tiba di depan rumahnya.

"Iya bu, makasih banyak..." dengan heran justru saat itu Aku mencari-cari dimana jasad Ibunya Bu Zaenab. (Loh bukannya takut Tres? haha Ngga, ini sedikit anomali, vibes tahlilan ini terlihat sedikit ceria seperti hajatan).

Orang-orang duduk melingkar berkelompok 5 sampai 6 orang untuk satu lingkaran. Aku mencoba duduk random di antara ibu-ibu itu. Kemudian Bu Zaenab membawa nampan berisikan nasi lengkap dengan lauk pauknya. Wait, lebih tepatnya Nasi dan berbagai jenis menu Ikan tongkol haha

Hidangan kenduri khas Melayu

"Aok lah makan Tres! Awak suke tak ikan simbek (tongkol)? di Bandung ni ikan simbek lah mati bekali-kali, disini Kami makan simbek fresh. Wan, Kami makan ye" Ujar ibu-ibu dipinggir dengan logat Natuna meminta izin makan ke Ibu Zaenab.

"Bu, saya makan ya, terimakasih banyak..." Aku ikut meminta izin dan berterimakasih.

Tolong lah, ini ko kenapa bahagia sekali malah makan-makan, jasad si ibunya dimana? Apakah sudah dikuburkan? Apakah masih di mesjid? Ini harus di klarifikasi, Aku udah gabisa nahan pertanyaan di kepala, malah takutnya gabisa tidur buka karena lihat jasad orang meninggal, tapi karena penasaran.

"Bu, maaf, ibunya Bu Zaenab ini sudah dikuburkan?" Bisikku ke Ibu-ibu di pinggir.

"Hahaha, Tres! Ibunya udah meninggal 5 tahun yang lalu. Ini sedekah anaknya untuk mengenang Ibunya meninggal". Ibu itu menjelaskan.

"Oooh... Jadi kenduri ini artinya sedekah mengenang hari meninggalnya keluarga gitu ya bu..." Jawabku dengan mencoba memahami situasi ceria ini.

"Iya betul, yok lah makan jek" Ibu itu bersemangat mengambil sepotong ikan tongkol dan daun singkong.

Suasana sesak dan rame orang makan-makan membuat Aku malu dengan diriku sendiri. Orang Natuna selalu berusaha berbakti kepada orang tuanya, meskipun sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Sedekah makanan dan minuman itu banyak berkahnya, mereka berharap berkah dan kebaikan itu sampai kepada orang tua mereka.

Amplop untuk uang duka Aku bawa pulang lagi karena ternyata kita cuma disuruh makan-makan aja disana. Nasi pera, Ikan tongkol balado dan pisang goreng menjadi menu andalan di setiap Kenduri. Oke siap, besok Kenduri dimana lagi nih? Haha

Wednesday, May 25, 2022

Sup, maafkan aku ya.

Alarm berbunyi pagi-pagi pukul 5.30 WIB. Tidak ada perbedaan time zone disana, masih sama dengan Jakarta. Bedanya, terik matahari mampu menembus sunscreen SPF 50 bahkan di pagi hari. Mungkin bisa dibilang tidak ada istilah matahari pagi saking panasnya. Trial padang mahsyar hehe. Btw, berarti kalau di padang mahsyar nanti kita semua kulitnya gelap dong? Ah skip, ga usah dipikirin.

Aku segera bergegas dengan mencoba meyakinkan diri bahwa aku akan selalu bisa melewati hari dengan baik. Mencoba mengesampingkan fakta bahwa aku sulit sekali beradaptasi. Seperti biasanya, selalu ada dorongan untuk berbeda. Aku memakai baju kemeja putih, rok warna hitam, kerudung warna coklat dan sneakers. Semua udah siap, tinggal berangkat kerja.

Tunggu, ada yang lupa. Motor bektu belum diisi bensin nya. Perjalanan sekitar 40 menit, ah udah pasti telat belum lagi harus isi bensin. Kecepatan motor bektu supra tahun penjajahan itu lambat banget, mungkin karena sayap motornya udah lenyap. Di gas dikit dia malah geter kayak gempa kekuatan 2 skala richter haha. 

Tarik nafas, fyuuh... "Gapapa, gausah malu pake motor ini Tres, yang penting sampe dikantor, kerja, jangan jadi beban". Orang-orang sering bilang "ganti dong teh motornya, ke Bukit Arai mana kuat itu motor". Tunggu, aku si perhitungan ini masih belum mau beli. Pakai motor dinas aja ini lumayan, walau bonus nya agak bergetar ya bun wkwk

Pakai helm, sarung tangan, sekuat tenaga engkol itu motor. Susah, ga nyala terus. Sialaaan. Ada-ada aja nih motor. "Yaa Allah please, sekali lagi yah aku engkol nyala, paha aku bisa gede sebelah ini gara-gara engkol motor bektu ini". Jreng! nyala. haha masih di dengar ternyata doa orang banyak dosa ini. 

Sebelum di gas, seperti biasa play dulu playlist "OST Hospital Playlist", pasang headset. Diperjalanan melalui aspal yang mulus dan luas, jalanan yang kosong, matahari yang terik, awan yang bentuknya indah dan mmm perasaan takut akan masa depan. Mau jadi apa orang ini?. Meskipun sudah menikah, tapi aku tidak mau menyerah akan diri sendiri dan menjadi beban siapapun. Sesekali nangis dibalik helm bogo warna coklat sambil dengerin lagu With My Tears nya Wheein. Dramatis banget deh rasanya.

OST Hospital Playlist - My Tears by Wheein

15 menit terlalui, masih jauh aja nih kantor. Notifikasi Whatsapp udah masuk, alamat ini mah pasti rame di kantor. Sumpah, bukannya gamau cepet ke kantor tapi tolong lah jangan samakan bektu ini dengan Nmax si raja jalanan. Entah kenapa, tiba-tiba motor bektu ini kehilangan semangat nya, di gas ngeloss terus, wait bensin masih ada ko. "Tu, kenapa? capek ya? come on! bentar lagi sampe". Ucapku meyakinkan si bektu buat kuat menghadapi tanjakan didepan. 

Grek, grek, grek. Tiba-tiba bektu ini diem di tanjakan pas banget depan Polres dan pak polisi yang lagi upacara. Motornya mati, di engkol berkali-kali malah keras banget. Gimana ini ya ampun :( Mana itu yang pada upacara ngeliatin. Untuuuung pake masker, akhirnya turun dan terpaksa dorong itu motor bektu. Diem dulu sebentar di warung, telfon temen yang di kantor dan minta tolong jemput.  Dia ketawa. "Teh... teh... mana kuat dia tiap hari ke Bukit Arai".

Yaudah, akhirnya minta tolong motor diambilin dan ke bengkel. Ternyataaaa, mesin nya rontok. Sup... (karena dia supra bukan usup hehe) ternyata kamu capek menemani aku dijalanan sambil menangesss. Dramatis kehidupan ini seketika jadi komedi. Ketawa banget. Tapi kenapa ya kejadian di hidup aku emang selalu seru gitu deh. 

Maafkan aku ya, aku harus membeli yang baru. Terimakasih atas 6 bulan menemani aku dan ketakutanku tiap hari selama kurang lebih 2 jam perjalanan PP ke kantor, yaa sekitar 288 jam kebersamaan kita.

Bukit Arai - Natuna

 TM,

26 Mei 2022