Tuesday, June 7, 2022

Kertas lipat 365 Hari.

Tahun lalu dia memberiku satu toples penuh kertas lipat berisikan tulisan yang dia pisah menjadi beberapa kategori. Dia sedikit mengancam, harus dibuka sehari satu dan gaboleh curang. Tapi, aku selalu bisa akalin dengan menunda 7 hari untuk bisa membuka 7 kertas lipat dalam satu waktu. Terkadang, aku mengintip di kertas warna kuning karena aku ingin tahu "I love you because...", karena apa? aku ingin tahu atas dasar apa dia mencintaiku.




Seakan semua bakal baik-baik saja, aku optimis bahwa bisa melewati 365 hari dengan baik. 1 Tahun, ngga lama, hanya 365 kertas yang harus aku buka dan aku bisa sampai di umur 27 tepat di kertas terakhir yang aku sisihkan di warna kuning. Save the best last, right?.

Tapi, kita manusia yang buta akan masa depan. Tidak pernah bisa mengetahui bahkan sedetik didepan kita akan mengalami apa. Ketidaktahuan aku yang sedikit banyak aku syukuri. Meskipun pada akhirnya melanggar aturan kertas lipat itu, tersisa sekitar 300 kertas yang aku buka dalam satu waktu. Aku simpan di Natuna bersama perasaan yang tidak ingin aku bawa terus menerus. Tapi setidaknya aku menghargai pemberian di ulang tahun yang ke 26.

Aku dedikasikan tulisan ini dengan mengubur semua kenangan di umur 26 tahun. "Left the sad girl behind" ucap sahabatku. Aku sudah lama memaafkan semua kesalahanmu, bahkan kesalahannya. Tapi, untuk meridhai setiap apa yang aku alami, aku belum bisa. Aku masih berusaha. Hanya keteguhan dan kegigihanmu yang bisa membelokkan takdir ini. Do'a dan takdir yang selalu kejar-kejaran.

"Maaf ya udah bikin usia 26 kamu ngga baik-baik aja"

Yuk udah yuk, kita balik lagi ke Tresna yang ambis dan tau persis apa yang mau dilakukan setiap harinya. :)

Terimakasih atas setiap jiwa yang bertemu aku di perjalanan ini. Menguatkan dan memberikan ruang untuk diriku.

No comments:

Post a Comment