Tuesday, March 18, 2025

Maret yang kesekian.

Aku mulai membenci hal-hal kecil.

Semua terasa mengganggu dan menyebalkan.

Satu kecupan di bibir dan pipi selalu terasa getir.

Sentuhan melepas peluh tak lagi bersambut mesra.

Ruang yang selalu tersedia untuk bersedih. Satu sudut di pojokan perasaan yang hancur berkeping-keping. Satu keping, aku mengandalkan itu untuk maret yang kesekian.

Terkadang pesimis. Sepertinya aku tidak akan bertahan sampai akhir. Dalam sendiri, dalam hening, dalam tangis dan dalam gundah ini aku selalu pesimis.

Entah siapa yang salah, jawaban yang tak dapat dijawab dengan angka dan waktu.

Hanya cinta yang bisa menjawabnya. Hanya takdir yang bisa menyatukan dan menghadirkan.

Selamat maret yang kesekian.

Sampai saat ini aku masih merasa bahwa kamu hanya berusaha melanjutkan hidup. Maka itu aku selalu merasa bahwa cinta sudah tak pernah hadir sejak beberapa tahun lalu.

Kebetulan aku yang tersedia dan kamu yang membutuhkannya.